SWING VOTER dari mata seorang pelajar
Fenomena swing voter atau pemilih yang merubah pilihannya saat ini mulai ramai dibicarakan terutama pada salah satu channel televisi swasta nasional yang memplokramirkan dirinya sebagai the election channel (sebenarnya saya tidak setuju).
Dalam sebuah program news request miliknya, yang tayang setiap Senin hingga Jumat pada waktu prime time, dibahas fenomena Swing Voter. Ya, memang topik tersebut memang kurang diminati bagi sebagian besar penduduk Indonesia terutama bagi masyarakat yang bersikap apatis bagi perkembangan politik Indonesia dan juga bagi generasi baru (pemilih pemula) yang merupakan pemilu pertamanya.
Walaupun saya tidak termasuk dalam usia pemilih, Saya cukup mengetahui sedikit kehidupan politik Indonesia.
Fenomena swing voter dilihat dari sudut pandang seorang pelajar adalah positif. Mengapa? karena swing voter itu menandakan bahwa kesadaran politik masyarakat indonesia sudah mulai muncul, dan menandakan bahwa masyarakat sudah mulai meninggalkan budaya politik parokialnya dan memasuka budaya kaula atau bahkan partisipan. Hal itu merupakan berita baik karena masyarakat tidak lagi loyal terhadap suatu partai politik dan tidak mudah dibodoh-bodohi oleh iklan-iklan serta janji-janji parpol. atau bahkan menandakan bahwa masyarakat telah mulai teredukasi oleh fenomena-fenomena politik yang terjadi di indonesia yang terjadi pada beberapa dekade terakhir di Indonesia.
Survey yang dilakukan oleh salah satu lembaga di Indonesia menyatakan bahwa Swing Voter terjadi pada masyarakat yang berpendidikan SMA ke atas. dan pemilih fanatik mayoritas berpendidikan SD. Hal ini menunjukkan bahwa adanya keterkaitan antara pendidikan masyarakat dan fenomena politik. Dan pendidikan yang tinggi mengubah persepsi masyarakat bahwa Politik Merupakan Parodi Rakyat Belaka. (bersambung)
